LSPP1-UNJ

Bahis deneyimini keyifli hale getiren tasarımıyla Bettilt kullanıcılarını memnun ediyor.

Avrupa merkezli Bahsegel hiriş altyapısı, Türk oyuncular için düşük ping bağlantısı sunar.

Bahis sektöründe güvenliği ön planda tutan Bettilt anlayışı önem kazanıyor.

Kazançlarını artırmak isteyenler, bettilt en avantajlı fırsatlarını değerlendiriyor.

Futbol derbilerine bahis bahsegel yapmak isteyenler sayfasını ziyaret ediyor.

PwC verilerine göre dünya genelinde online oyun sektöründe kullanıcı memnuniyeti %88 seviyesindedir; bu oran bahsegel giriş’te %94’tür.

Bahis platformlarında kullanıcıların %65’i müşteri hizmetlerini haftada en az bir kez kullanıyor ve pinco giriş 7/24 aktif destek hattı sunar.

Kunjungan Kerja dalam bentuk Studi Banding LSPP1 Universitas Teuku Umar ke LSPP1 Universitas Negeri Jakarta: Memperkuat Sinergi dalam Pengelolaan LSP di Perguruan Tinggi

Jakarta, 26 Februari 2025 – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan kerja dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSPP1) Universitas Teuku Umar (UTU), Aceh, pada hari Rabu, 26 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di kantor sekretariat LSPP1 UNJ dan dihadiri oleh perwakilan dari LSPP1 UTU yang terdiri dari tiga orang, Dr. Uswatun Hasanah, S.Si., M.Si selaku ketua LSPP1 UTU, Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc sebagai Kepala Bidang Sertifikasi dan Dr. Vina Maulidia, S.P sebagai Kepala Bidang Mutu. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat kerja sama serta berbagi pengalaman dalam mengelola LSP di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh kedua belah pihak. LSPP1 UNJ diwakilkan oleh Dr. Ir. Alsuhendra, M.Si selaku ketua LSPP1 UNJ, Dr. Ridawati, M.Si sebagai Ketua Bidang Manajemen Mutu, Hermeilia Megawati, S.Psi, MA sebagai Ketua Bidang Sertifikasi, Nurul Adha Kurniati, S.S., M.Hum sebagai Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan, serta 2 orang staff administrasi LSPP1 UNJ, Siti Syamsiah dan Ganang Ayom Sugiharto, S.Ak. Perwakilan dari LSPP1 UTU dan UNJ berdiskusi mengenai berbagai aspek dalam mendirikan dan mengelola LSP, termasuk perencanaan, tantangan, serta peluang dalam menjalankan skema sertifikasi profesi di masing-masing universitas. Sebagai LSP yang lebih dahulu berdiri, LSPP1 UNJ membagikan wawasan dan pengalaman mengenai berbagai aspek teknis dan administratif dalam operasional LSP, seperti pembuatan skema sertifikasi, proses pengajuan sertifikasi ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta strategi dalam menjalin koordinasi yang efektif dengan BNSP dan institusi terkait. Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, LSPP1 UTU menggali banyak informasi terkait tantangan yang dihadapi oleh LSPP1 UNJ dalam tahap awal pendiriannya. Salah satu fokus utama pembahasan adalah bagaimana membangun skema sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan regulasi yang berlaku. LSPP1 UNJ berbagi pengalaman mengenai penyusunan skema yang efektif, pemilihan bidang kompetensi yang relevan, serta strategi pengembangan tenaga asesor yang kompeten dan tersertifikasi. Selain itu, perwakilan dari LSPP1 UNJ juga menjelaskan berbagai tantangan dalam proses akreditasi LSP, termasuk bagaimana memastikan bahwa semua skema sertifikasi yang diajukan memenuhi standar yang ditetapkan oleh BNSP. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Sebagai salah satu hasil dari kunjungan akademik ini, kedua LSP menyepakati untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam berbagai aspek, termasuk dalam peningkatan kapasitas tenaga asesor. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan surat kontrak perjanjian kerja sama antara LSPP1 UTU dan LSPP1 UNJ. Melalui perjanjian ini, kedua institusi berkomitmen untuk saling mendukung dalam pengembangan dan implementasi skema sertifikasi profesi yang lebih berkualitas. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi LSP di lingkungan akademik serta meningkatkan mutu lulusan yang memiliki sertifikasi profesi yang diakui secara nasional. Kunjungan akademik ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun sinergi antara LSPP1 UTU dan LSPP1 UNJ. Kedua pihak menyatakan harapannya agar kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi pengelolaan LSP di masing-masing universitas. Kegiatan kunjungan akademik ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi informal yang semakin mempererat hubungan antara kedua institusi. Dengan adanya kerja sama yang telah disepakati, diharapkan pengelolaan LSP di lingkungan perguruan tinggi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan dan industri di Indonesia.

LSPP1-UNJ TERIMA KUNJUNGAN BENCHMARKING DARI LSPP1-UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Pada tanggal 10 Agustus 2024, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSPP1) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menerima kunjungan benchmarking dari tim calon LSPP1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali informasi terkait langkah-langkah persiapan pendirian LSP di perguruan tinggi, dengan fokus pada aspek administrasi, keuangan, serta tata kelola organisasi. Tim yang hadir dari LSPP1-UNJ terdiri dari Dr. Alsuhendra, M.Si selaku Ketua LSP, Dr. Ridawati, M.Si (Ketua Bidang Sertifikasi), Dwi Handarini, M.Ak (Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan), serta Siti Syamsiah dan Ganang Ayom Sugiharto (tenaga kependidikan). Sementara itu, tim dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung terdiri dari lima orang yang memiliki peran penting dalam pendirian LSP di kampus mereka. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mempersiapkan pendirian LSPP1 mereka sendiri. Salah satu tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut mengenai proses penyiapan dan pendirian LSP, yang mencakup berbagai aspek administratif, keuangan, dan operasional yang perlu dipahami oleh tim yang akan membentuk LSPP1 di UIN Bandung. Dr. Alsuhendra, M.Si., selaku Ketua LSPP1-UNJ, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya keberadaan LSP di perguruan tinggi. Menurutnya, LSP memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan daya saing lulusan melalui penyediaan sertifikat kompetensi yang diakui oleh industri. Sertifikat kompetensi tersebut akan memberikan bukti keahlian yang dapat diandalkan oleh dunia kerja, sehingga memperbesar peluang lulusan untuk diterima di pasar kerja. Selama pertemuan yang berlangsung di Kantor LSPP1-UNJ, Gedung UTC Lantai 2, berbagai aspek teknis pendirian LSP dibahas secara mendalam. Beberapa hal penting yang dibahas antara lain tentang dokumen-dokumen yang perlu disiapkan sebelum mengajukan lisensi ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Di antaranya adalah skema sertifikasi, materi uji kompetensi, tempat uji kompetensi, dan penyusunan asesor kompetensi yang akan melakukan pengujian terhadap mahasiswa. Selain itu, para peserta juga menyoroti perlunya persiapan matang dalam memilih tempat uji kompetensi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BNSP. Hal ini dianggap sangat penting karena tempat uji kompetensi yang tidak memadai dapat mempengaruhi kelulusan peserta ujian serta keabsahan sertifikat kompetensi yang diberikan. Salah satu bagian yang mendapat perhatian khusus adalah pentingnya ketersediaan asesor kompetensi yang berkualitas. Asesor tersebut harus memiliki kualifikasi dan pengalaman yang cukup agar dapat melakukan penilaian yang objektif dan akurat terhadap kemampuan peserta ujian. Oleh karena itu, LSPP1-UNJ memberikan pemahaman kepada tim UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengenai pentingnya seleksi asesor yang ketat dan berstandar tinggi. Selain berbagi pengalaman terkait pendirian LSP, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai potensi kerjasama antara kedua lembaga. Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi akan terus dijalin untuk memastikan keberhasilan pendirian LSPP1 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung hingga akhirnya memperoleh lisensi dari BNSP. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat proses pendirian LSPP1 di UIN Bandung dan memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Dengan adanya sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional, lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung diharapkan dapat bersaing lebih baik di dunia kerja. Kunjungan benchmarking ini diakhiri dengan harapan besar bahwa LSPP1 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat segera terwujud dan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa serta dunia industri. Kedua pihak berharap agar proses ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh BNSP.