Sebanyak 110 Mahasiswa UNJ Ikuti Uji Kompetensi Batch XIII LSPP1-UNJ, Perkuat Kesiapan Lulusan Memasuki Dunia Kerja

Jakarta, 27 Agustus 2026 – Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama Universitas Negeri Jakarta (LSPP1-UNJ) kembali melaksanakan Uji Kompetensi Batch XIII bagi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada 30 Juli hingga 26 Agustus 2026 ini diikuti oleh sebanyak 112 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UNJ. Pelaksanaan uji kompetensi merupakan bagian dari komitmen LSPP1-UNJ dalam memastikan mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan di sejumlah Tempat Uji Kompetensi (TUK), yaitu ruang kelas dan laboratorium, yang berada di lingkungan UNJ Kampus Rawamangun, dengan melibatkan 14 asesor kompetensi yang memiliki keahlian sesuai dengan skema yang diujikan. Pada Batch XIII, terdapat tujuh skema sertifikasi yang diujikan, yaitu Skema Pelaksanaan Program Pelatihan Tatap Muka yang diikuti 16 mahasiswa, Produksi Konten Kehumasan Digital sebanyak 7 mahasiswa, Penyajian dan Pengolahan Produk Pastry dan Bakery sebanyak 13 mahasiswa, Petugas K3 sebanyak 5 mahasiswa, Pelayanan Tata Hidang sebanyak 11 mahasiswa, Pengelolaan Jasa Perawatan Kecantikan Rambut sebanyak 8 mahasiswa, serta Pengelolaan Jasa Perawatan Kecantikan Kulit yang menjadi skema dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 52 mahasiswa. Para peserta yang mengikuti uji kompetensi telah memenuhi persyaratan dasar yang ditetapkan, di antaranya merupakan mahasiswa yang masih aktif mengikuti perkuliahan serta telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan/atau Praktik Kegiatan Mengajar (PKM) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemenuhan persyaratan tersebut menjadi salah satu bentuk kesiapan mahasiswa untuk mengikuti proses asesmen kompetensi. Uji kompetensi memberikan manfaat penting bagi mahasiswa karena menjadi sarana untuk memperoleh pengakuan formal terhadap kompetensi yang telah dimiliki. Sertifikat kompetensi dapat menjadi salah satu dokumen pendukung bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, meningkatkan daya saing, serta memberikan bukti bahwa keterampilan yang dimiliki telah memenuhi standar kompetensi tertentu. Selain itu, pengalaman mengikuti asesmen dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tuntutan profesional setelah menyelesaikan pendidikan. Bagi UNJ, pelaksanaan uji kompetensi melalui LSPP1-UNJ menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Sertifikasi kompetensi mendukung terwujudnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi terukur dan relevan dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan dunia kerja. Dengan demikian, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen dalam memperkuat kualitas dan daya saing lulusan UNJ. Ketua LSPP1-UNJ, Alsuhendra, menyampaikan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi Batch XIII merupakan bagian dari upaya berkelanjutan LSPP1-UNJ untuk memperluas akses mahasiswa terhadap sertifikasi kompetensi. “Kami terus berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa yang dapat mengikuti uji kompetensi melalui penambahan dan pengembangan skema sertifikasi. Dengan semakin banyaknya pilihan skema, mahasiswa dapat memperoleh sertifikasi yang lebih sesuai dengan kompetensi dan bidang yang mereka tekuni,” ujar Alsuhendra. Upaya pengembangan skema sertifikasi terus dilakukan oleh LSPP1-UNJ. Saat ini, LSPP1-UNJ sedang mengajukan 49 skema sertifikasi kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk diverifikasi, dan proses verifikasi tersebut masih berlangsung. Penambahan skema diharapkan dapat memperluas cakupan bidang kompetensi yang dapat disertifikasi serta meningkatkan jumlah mahasiswa UNJ yang memperoleh sertifikat kompetensi sebelum memasuki dunia kerja. Lebih lanjut, Alsuhendra berharap pelaksanaan Uji Kompetensi Batch XIII tidak hanya berorientasi pada perolehan sertifikat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan UNJ yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi perkembangan dunia kerja. “Harapan kami, seluruh mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan memperoleh pengakuan kompetensi sesuai bidang yang ditekuni. Lebih dari sekadar mendapatkan sertifikat, kami ingin sertifikasi ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, profesionalisme, dan daya saing ketika memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kariernya,” ungkapnya. Pelaksanaan Uji Kompetensi Batch XIII sekaligus menunjukkan komitmen LSPP1-UNJ untuk terus memperkuat ekosistem sertifikasi kompetensi di lingkungan Universitas Negeri Jakarta. Melalui perluasan skema sertifikasi, peningkatan kualitas pelaksanaan asesmen, serta penguatan kualitas penyelenggaraan sertifikasi, LSPP1-UNJ diharapkan semakin mampu mendukung terwujudnya lulusan UNJ yang kompeten, profesional, dan berdaya saing.